Senin, 29 Juni 2015

Q10 Perekonomian Indonesia

  1. Apa yang anda ketahui tentang perekonomian Indonesia?jelaskan
Jawaban : Perekonomian Indonesia :  Perekonomian yang dijalankan oleh bangsa Indonesia saat ini sesuai sistem ekonomi yang sedang berlaku. Setiap negara memiliki sistem perekonomian yang berbeda satu terhadap yang lain karena berhubungan dengan falsafah dan ideologi negara. Indonesia pun demikian, pernah mengalami perubahan dalam sistem ekonomi karena adanya pengaruh­pengaruh yang berkaitan dengan ideologi dan falsafah negara. Sistem ekonomi liberal pernah dianut oleh Indonesia sebelum pengaruh komunisme mengubahnya ke sistem ekonomi sosialis.

  1. Jelaskan masalah yang menjadi tantangan perekonomian Indonesia dimasa yang akan datang!
Jawaban : Salah satu tantangan yang menanti di depan mata adalah risiko turbulensi di pasar keuangan global, yang dapat dipicu oleh kenaikan suku bunga di Amerika Serikat, the Fed fund rate.Kenaikan suku bunga di Amerika Serikat, sekecil apapun, akan mengubah keseluruhan konstelasi geo-moneter. Penilaian ulang terhadap risiko investasi dan valuasi aset finansial di pasar global yang akan mengikuti kenaikan the Fed fund rate, dapat memicu pergeseran penempatan investasi portofolio lintas negara.Sebagai akibatnya, likuiditas dolar AS dapat mengetat, terutama di negara-negara dengan fundamental ekonomi yang lemah. Bagi Indonesia, normalisasi kebijakan moneter di Amerika Serikat dapat berimplikasi pada berkurangnya aliran modal masuk, yang selama ini telah memberi manfaat bagi pembiayaan fiskal dan defisit neraca transaksi berjalan.
Selain itu, kerentanan-kerentanan tambahan di tingkat mikro. Pertama adalah tingkat utang luar negeri korporasi yang semakin membesar, namun sebagian besarnya belum terlindung dari risiko gejolak kurs.Kedua adalah adanya akumulasi modal portofolio oleh investor luar negeri pada obligasi negara yang sudah sangat besar, dan ini dapat dengan mudah mengalir keluar serta memicu gejolak kurs ketika terjadi guncangan dari eksternal. 

  1. Sebutkan 6 indikator pengelolaan Utang RI membaik versi pemerintah!
Jawaban :
 1)  utang nominal bertambah tapi PDB naik tajam sehingga rasio utang/PDB turun tajam terutama sejak 2005
2)  tambahan pinjaman luar negeri netto negatif sejak 2005, artinya Indonesia membayar pinjaman luar negeri jauh lebih besar dari penarikan pinjaman baru.
3) utang yang bertambah (nominalnya) adalah dalam bentuk Surat Berharga Negara (SUN & Sukuk) rupiah yang diterbitkan di dalam negeri agar dapat mengurangi pinjaman luar negeri sekaligus mendorong pengembangan pasar modal.
4) rezim sebelum Pemerintahan saat ini mengandalkan penjualan aset negara melalui privatisasi dan penjualan aset bank reka
5) dalam sejarah kredit rating RI, selama rezim sebelum SBY pernah mengalami 'SELECTIVE                DEFAULT' 2 kali. Rahmat menjelaskan, artinya perekonomian tidak bisa bayar utang.
6)BPK telah memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian atas bagian anggaran pengelolaan utang

  1.  Jelaskan pembangunan berwawasan nusantara!
Jawaban : Wawasan adalah pandangan hidup suatu bangsa yang dibentuk oleh kondisi lingkungannya. Kondisi lingkungan hidup bangsa Indonesia adalah pulau atau kepulauan yang terletak di antara samudera pasifik dan atlantik, di antara benua Asutralia dan Asia (Nusantara).
Pembangunan berwawasan nusantara sebenarnya tidak lain adalah pembangunan yang berwawasan ruang. Pembangunan berwawasan ruang (ekonomi regonal) tersirat dalam argumentasi Myrdall dan Hirschman, yang mengemukakan sebab-sebab daerah miskin kurang mampu berkembang secepat seperti yang terjadi di daerah yang lebih kaya (Suroso, 1994)

  1. Men gapa sektor industri dapat berkembang pesat di indonesia?
Jawaban : Karena beberapa faktor berikut :
1.       Pertumbuhan industri atau sektor terbesar yang tengah mengalami perlambatan dan berada pada tingkat yang sangat rendah.
2.       Perluasan kesempatan kerja yang tidak dimotori oleh sektor industri.
3.       Sektor industri sudah berada dalam kondisi kritis, melempar tenaga kerja formal ke sektor informal.
4.       Penyerapan tenaga kerja dalam sektor jasa tidak tertampung di sektor informal.
5.       Seharusnya sektor pertanian mengurangi jumlah tenaga kerjanya dan menyerap lebih banyak tenaga kerja informal.
6.       Kenaikan upah riil umumnya terjadi cukup pesat pada sektor pertambangan. Jadi, dari segi upah, sektor ini tidak akan bermasalah.
7.       Perkembangan upah dalam sektor industri mengalami peningkatan secara nominal, namun prosesnya masih berlangsung dengan lambat.
  1. Sebutkan ciri utama perekonomian Indonesia!
Jawaban              : Ciri Sistem Ekonomi Indonesia
Sistem Ekonomi Pancasila memiliki empat ciri yang menonjol, yaitu :
1. Yang menguasai hajat hidup orang banyak adalah negara / pemerintah. Contoh hajad hidup orang banyak yakni seperti air, bahan bakar minyak / BBM, pertambangan / hasil bumi, dan lain sebagainya.
2. Peran negara adalah penting namun tidak dominan, dan begitu juga dengan peranan pihak swasta yang posisinya penting namun tidak mendominasi. Sehingga tidak terjadi kondisi sistem ekonomi liberal maupun sistem ekonomi komando. Kedua pihak yakni pemerintah dan swasta hidup beriringan, berdampingan secara damai dan saling mendukung.
3. Masyarakat adalah bagian yang penting di mana kegiatan produksi dilakukan oleh semua untuk semua serta dipimpin dan diawasi oleh anggota masyarakat.
4. Modal atau pun buruh tidak mendominasi perekonomian karena didasari atas asas kekeluargaan antar sesama manusia.

  1. Sebutkan Faktor-faktor penyebab krisis di Indonesia tahun 1998!
Jawaban      :
1.       Stok hutang luar negeri swasta yang sangat besar dan umumnya berjangka pendek yang telah menciptakan “ketidakstabilan”. Hal ini diperburuk oleh rasa percaya diri yang berlebihan, bahkan cenderung mengabaikan, dari para menteri dibidang ekonomi maupun masyarakat perbankan sendiri menghadapi besarnya serta persyaratan hutang swasta tersebut.
2.       Pemerintah sama sekali tidak memiliki mekanisme pengawasan terhadap hutang yang dibuat oleh sector swasta Indonesia. Setelah krisis berlangsung, barulah disadari bahwa hutang swasta tersebut benar -benar menjadi masalah yang serius. Antara tahun 1992 sampai dengan bulan Juli 1997, 85% dari penambahan hutang luar negeri Indonesia berasal dari pinjaman swasta (World Bank, 1998). Mengapa demikian? Karena kreditur asing tentu bersemangat meminjamkan modalnya kepada perusahaan-perusahaan (swasta) di negara yang memiliki inflasi rendah, memiliki surplus anggaran, mempunyai tenaga kerja terdidik dalam jumlah besar, memiliki sarana dan prasarana yang memadai, dan menjalankan sistem perdagangan terbuka.
3.       Banyaknya kelemahan dalam sistem perbankan di Indonesia. Dengan kelemahan sistemik perbankan tersebut, masalah hutang swasta eksternal langsung beralih menjadi masalah perbankan dalam negeri.
4.       Tidak jelasnya arah perubahan politik, maka isu tentang pemerintahan otomatis berkembang menjadi persoalan ekonomi pula.
5.        Perkembangan situasi politik telah makin menghangat akibat krisis ekonomi, dan pada gilirannya memperbesar dampak krisis ekonomi itu sendiri.
6.        Miss government.
7.        Faktor utama yang menyebabkan krisis moneter tahun 1998 yaitu faktor politik. Pada tahun 1998 krisis ekonomi bercampur kepanikan politik luar biasa saat rezim Soeharto hendak tumbang. Begitu sulitnya merobohkan bangunan rezim Soeharto sehingga harus disertai pengorbanan besar berupa kekacauan (chaos) yang mengakibatkan pemilik modal dan investor kabur dari Indonesia. Pelarian modal besar-besaran (flight for safety) karena kepanikan politik ini praktis lebih dahsyat daripada pelarian modal yang dipicu oleh pertimbangan ekonomi semata (flight for quality). Karena itu, rupiah merosot amat drastis dari level semula Rp 2.300 per dollar AS (pertengahan 1997) menjadi level terburuk Rp17.000 per dollar AS (Januari 1998).
8. Banyaknya utang dalam valas, proyek jangka panjang yang dibiayai dengan utang jangka pendek, proyek berpenghasilan rupiah dibiayai valas, pengambilan kredit perbankan yang jauh melebihi nilai proyeknya, APBN defisit yang tidak efisien dan efektif, devisa hasil ekspor yang disimpan di luar negeri, perbankan yang kurang sehat, jumlah orang miskin dan pengangguran yang relative masih besar, dan seterusnya.
9. Krisis moneter dimulai dari gejala/kejutan keuangan pada juli 1997, menurunnya nilai tukar rupiah secara tajam terhadap valas, diukur dengan dolar Amerika Serikat yang merupakan pencetus/trigger point. Meskipun tidak ada depresiasi tajam baht(mata uang Thailan), Krismon tetap akan terjadi di Negara tercinta ini. Kenapa? karena gejolak sosial dan politik Indonesia yang memanas. Oleh karena itu penyebab krismon 98 bisa dikatakan campuran dari unsur-unsur eksternal dan domestik(J. Soedrajad Djiwandono).
10. Diabaikannya early warning system merupakan penyebab mengapa krismon 97 melanda Inonesia. Adapun early system warningnya adalah: meningkatnya secara tajam deficit transaksi berjalan sehingga pada saat terjadinya krisis, defisit transaksi berjalan Inonesia sebesar 32.5% dari PDB. Utang luar negeri baik pemerintah maupun swasta yang tinggi. Boomingnya sektor properti dan financial yang mengabaikan kebijakan kehati-hatian dalam pemberian kredit perbankan diperuntukan untuk membiayai proyek-proyek besar yang disponsori pemerintah dan tidak semua proyek besar itu visibel. Tata kelola yang buruk(bad governence) dan tingkat transpalasi yang rendah baik sektor publik maupun swasta(Marie Muhamad).
11. Argument bahwa pasar financial internasional tidak stabil secara inheren yang kemudian mengakibatkan buble ekonomi dan cenderung bergerak liar. Bahkan sejak tahun 1990-an pasar financial lebih tidak stabil lagi. Hal ini dikarenakan tindakan perbankan negara-negara maju menurunkan suku bunga mereka. Sehingga mendorong dana-dana masuk pasar global. Maka pada tahun 1990-an dana asing melonjak dari $9 Miliar menjadi lebih dari $240 Miliar.
12. Kegagalan manajemen makro ekonomi tercermin dari kombinasi nilai tukar yang kaku dan kebijakan fiskal yang longgar, inflasi yang merupakan hasil dari apresiasi nilai tukar efectif riil, deficit neraca pembayaran dan pelarian modal.
13. Kelemahan sector financial yang over gradueted, but under regulete dan masalah moral hazar.
14. Semakin membesarnya cronycapitalism dan sistem politik yang otoriter dan sentralistik(M. Fadhil Hasan). Jika diartikan secara ekonomis teknis, krisis bisa disebut sebagai titik balik pertumbuhan ekonomi yang menjadi merosot. Dan penyebabnya jika ditinjau dari teori konjungtur, ada dua karakteristik krisis 1). krisis disebabkan tidak sepadannya kenaikan konsumsi ketimbang kenaikan kapasitas produksi atau underconsumption crisis. 2). Krisis disebabkan terlampau besarnya investasi yang dipicu modal asing karena tabungan nasional sudah lebih dari habis untuk berinvestasi. Krisis seperti ini disebut overinvestment, dan ini yang terjadi di Indonesia(Kwik Kian Gie). Begitulah beberapa penyebab krismon 98 di Indonesia, yang dampaknya masih terasa sampai sekarang.
8. Tuliskan kebijakan pemerintah dalam mengatasi krisis!
Jawaban              : 1. Kebijaksanaan Ekonomi Makro
Kebijaksanaan ekonomi makro yang telah dilaksanakan pemerintah dalam upaya menekan laju inflasi dan memperkuat nilai tukar rupiah terhadap valuta asing adalah melalui kebijaksanaan moneter yang ketat disertai anggaran berimbang, dengan membatasi deficit anggaran sampai pada tingkat yang dapat diimbangi dengan tambahan dana dari luar negeri.
2.kebijakan ekonomi mikro
Kebijaksanaan ekonomi mikro yang ditempuh pemerintah, ditujukan, antara lain:
a. program  penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,
b. sistem perbankan dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan lembaga perbankan;
c. merestrukturisasi hutang luar negeri;
d. mereformasi struktural di sektor riil; dan
e. mendorong ekspor
9. Mengapa saat ini Indonesia sedang giat membangun infrastruktur di Indonesia bagian timur?
Jawaban      : Karena ketidaktersediaan infrastruktur khususnya minyak, gas bumi dan kelistrikan membuat serapan domestik terhadap sumber daya alam yang ada tidak maksimal, sehingga dengan terpaksa di ekspor ke luar negeri. Saat ini yang tersedia hanya di Sumatera, Jawa dan Kalimantan. di wilayah timur rada kosong. Indonesia memiliki cadangan gas yang tersebar dibeberapa wilayah namun belum termanfaat karena terbatasnya infrastruktur yang ada, infrastruktur yang menghubungkan antara pusat penghasil dengan pusat pengguna. Infrastruktur gas hanya ada  di Sumatera, Jawa dan sebagian Kalimantan yang lain sama sekali tidak ada infrastruktur gasnya ini juga tantangan kita. Selain sektor minyak dan gas bumi, sektor lain yang masih membutuhkan infrastruktur adalah kelistrikan.
10. “Mendapatkan keuntungan/laba maksimal dengan biaya/usaha maksimal dengan biaya/usaha minimal”. Menurut anda,pernyataan ini benar atau salah?jika benar kenapa? Jika tidak,apa yang harus dilakukan?
Jawaban              : Tidak, karena misalnya bahan baku apapun yang di beli dengan harga murah/rendah bisa di pastikan kualitasnya juga rendah dan bahan yang berkualitas rendah akan menghasilkan produk yang rendah dan  akan menghasilkan laba yang sangat rendah juga. Produk yang berkualitas rendahan bisa memang menghasilkan laba yang besar jika konsumennya masih terlena dengan fisik produk tersebut tanpa mengetahui kualitasnya.
Dan prinsip ekonomi yang benar yang harus dilakukan, adalah :
1)      Dengan modal sekecil kecilnya untuk mendapatkan hasil tertentu. Contohnya, Saat seseorang sedang mencari sepeda motor tertentu dengan merk tertentu dan type tertentu, orang tersebut akan bertanya di beberapa dealer dengan  mencari harga termurah dan membeli dari dealer yang harganya lebih murah.
2)      Dengan Modal tertentu untuk mendapatkan hasil sebesar besarnya. Contohnya, Saat seseorang mempunyai anggaran uang Rp 15 juta untuk membeli sepeda motor (modal tertentu) dan belum menentukan sepeda motor apa yang akan dibeli, tentu orang tersebut akan mencari sepeda motor dengan harga tersebut, dan membanding-bandingkan merek, type, baru atau bekas sepeda motor yang seharga Rp 15 juta . Tentu orang tersebut akan memilih sepeda motor dengan harga yang dianggap paling bagus dengan kualitas yang sebanding.

Sumber : 


Minggu, 31 Mei 2015

Utang Swasta Perlu Diwaspadai

Bank Indonesia (BI) mengingatkan para bankir bersiap menghadapi tantangan berat ke depan baik eksternal maupun internal terhadap ekonomi Indonesia.
Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan, sentimen eksternal yang mempengaruhi ekonomi yaitu penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Selain itu, ekonomi global melemah yang didukung harga komoditas dunia cenderung tertekan selama tiga tahun ini juga mempengaruhi ekonomi Indonesia.
"Padahal komoditi andalan ekspor. Kondisi itu memberi tekanan dan berdampak nasional," kata Agus.
Potensi risiko utang swasta ini semakin meningkat, kata Agus, karena pasar valuta asing (valas) dalam negeri masih tipis. Akibatnya, jika sedikit saja terjadi mismatch antara pasokan dan permintaan valuta asing, hal itu langsung berpengaruh pada kurs rupiah.
Dari dalam negeri, defisit transaksi berjalan belum pada posisi yang sehat. Lalu masih banyak perusahaan-perusahaan yang belum melakukan lindung nilai pada utangnya. .
Terkait hal tersebut, pihaknya mengaku bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk sektor jasa keuangan. Sebelumnya pertumbuhan utang luar negeri (ULN) sektor swasta melambat menjadi 13,6 persen (YoY) pada Januari 2015. Utang luar negeri sektor swasta mencapai US$ 162,9 miliar pada akhir Januari 2015. Angka ini 54,6 persen dari total utang luar negeri. Secara keseluruhan, posisi utang luar negeri Indonesia pada akhir Januari 2015 mencapai US$ 298,6 miliar atau tumbuh 10,1 persen Year on Year (YoY). 
Untuk perbaikan ekonomi, pihaknya mendukung pemerintah melakukan reformasi struktural. "Peningkatan kemandirian tersedia sumber pembiayaan pembangunan tentu harus didukung performa manajemen energi, pangan, baik infrastruktur soft ataupunhard," kata Agus.
Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 4,71 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal I 2015. Pertumbuhan ekonomi ini dinilai Peneliti Indef Ahmad Heri Firdaus karena konsumsi masyarakat yang relatif rendah dibandingkan periode sebelumnya.
"Semua komponen pengeluaran rumah tangga melambat. Hanya pengeluaran untuk makanan dan minuman, serta perumahan tidak melambat," kata Firdaus.
Ia mengatakan, rendahnya tingkat konsumsi rumah tangga ini disebabkan oleh depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berdampak pada lonjakan harga barang kebutuhan pokok.
Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 4,71 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal I 2015. Pertumbuhan ekonomi ini dinilai Peneliti Indef Ahmad Heri Firdaus karena konsumsi masyarakat yang relatif rendah dibandingkan periode sebelumnya.
"Semua komponen pengeluaran rumah tangga melambat. Hanya pengeluaran untuk makanan dan minuman, serta perumahan tidak melambat," kata Firdaus.
Ia mengatakan, rendahnya tingkat konsumsi rumah tangga ini disebabkan oleh depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berdampak pada lonjakan harga barang kebutuhan pokok.
Menurut saya harus adanya kerjasama antara pihak bank dan swasta, pihak bank seharusnya mengingatkan nasabahnya yang tidak menyimpan dana hasil ekspornya di bank devisa dalam negara, bank-bank juga mulai hati-hati karena ketidakpastian yang tinggi dan ekspor yang menurun.
mengingatkan pihak swasta sebenarnya  tidak perlu mencari pinjaman valas di luar negeri karena bank internasional dalam bentuk joint venture sudah ada di Indonesia. Jika bank tersebut memerlukan valas  akan meminjam ke bank induknya di luar negeri dan ini jauh lebih mudah dikontrol.
Dan menurut Aviliani, Ekonomi Universitas Indonesia,  mengatakan pemerintah sudah harus mulai mengatur utang luar negeri terutama utang luar negeri swasta karena mengalami peningkatan yang signifikan. "Apabila  tidak diatur dapat terjadi seperti tahun 1998," katanya.  Menurut dia, utang luar negeri memiliki beberapa risiko terutama resiko nilai tukar. Oleh karena itu, swasta sebaiknya diarahkan agar meminjam di dalam negeri karena risikonya lebih rendah.

Sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/2236549/gubernur-bi-sebut-utang-swasta-perlu-diwaspadai



Selasa, 05 Mei 2015

PENGANTAR KOMPUTER & TI 2A

Cara Install dBase IV di Windows 7 (32 bit)



Penginstall DBase 
Instalasi sistem dilakukan dengan cara sbb :

1.     Aktifkan komputer
2.     Download DBASE disini 
3.     Setelah selesai di download,buka folder downloadnya



4.    Lalu Install DBASE


5. Lalu akan tampil


 6.Tampilan berikutnya 


setelah tampilan ini muncul, saya tidak tau apa yang akan saya lakukan karena tugas yang diberikan dari  dosen saya hanya  menginstall DBASE saja hehehe :D
okeyy selamat menginstall....

Minggu, 26 April 2015

[REVIEW JURNAL] PENGARUH MOTIVASI, DISIPLIN KERJA DAN KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. PLN (PERSERO) DISTRIBUSI BALI

LATAR BELAKANG


PT. PLN (Persero) Distribusi Bali adalah salah satu unit PLN Jawa, Madura, Bali yang bertanggung jawab terhadap fungsi distribusi listrik. Dalam mata rantai bisnis kelistrikan, posisinya sebagai interface dengan pelanggan.Bagi organisasi yang memberikan pelayanan kepada publik atau masyarakat, tentu saja kinerja karyawan dapat dilihat dari bagaimana organisasi tersebut dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, seperti memberikan pelayanan mengenai fasilitas listrik untuk kebutuhan bekerja dan kehidupan sehari. Mewujudkan visi yang diakui sebagai perusahaan kelas dunia, perusahaan perlu meningkatkan kinerjanya yang dipengaruhi langsung oleh hasil kerja karyawannya.
Kurangnya kinerja karyawan juga disebabkan karena masih kurangnya motivasi yang diberikan oleh perusahaan seperti pemberian penghargaan terhadap karyawan yang berprestasi, dan kurangnya motivasi dari rekan kerja saat melakukan pekerjaan serta kurangnya perhatian atasan kepada bawahannya saat menyelesaikan tugas yang diberikan. Penerapan disiplin kerja yang kurang ditunjukan seperti adanya karyawan yang datang terlambat saat bekerja maupun jam makan siang , meninggalkan pekerjaan tanpa ijin serta kurangnya partisipasi karyawan untuk mengikuti olahraga pagi pada hari jumat.
Komunikasi yang dilakukan oleh segenap lini manajemen perusahaan melalui pertemuan dapat dikatakan berintensitas baik. Namun komunikasi yang dihasilkan dalam pertemuan tidak berjalan dengan efektif yang secara keseluruhan dapat menimbulkan perbedaan pengertian dalam bekerja. Hal inilah yang menuntut setiap karyawan dan pimpinan untuk selalu peka dan saling berkoordinasi agar kelancaran kegiatan perusahaan tetap berlangsung dengan lancar.
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah disajikan, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut.
1) Apakah ada pengaruh yang signifikan secara simultan dari motivasi,
disiplin kerja dan komunikasi terhadap kinerja karyawan?
2) Apakah ada pengaruh yang signifikan secara parsial dari motivasi, disiplin
kerja dan komunikasi terhadap kinerja karyawan?
3) Variabel manakah yang berpengaruh dominan terhadap kinerja karyawan?
Hipotesis yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini yaitu.
(1) Terdapat pengaruh secara simultan dan signifikan dari motivasi, disiplin
kerja dan komunikasi terhadap kinerja karyawan.
(2) Terdapat pengaruh secara parsial dan signifikan dari motivasi, disiplin kerja dan komunikasi terhadap kinerja karyawan.

TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan  untuk meneliti pengaruh motivasi dan disiplin serta lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan baik secara simultan ataupun parsial, dan untuk mengetahui variabel yang berpangaruh lebih besar
terhadap kinerja karyawan pada PT PLN (Persero) Distribusi Bali. Responden penelitian adalah 144 orang karyawan yang diambil dengan metode proportionate stratified random sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukan ada variabel motivasi, disiplin kerja, dan komunikasi berpengaruh signifikan secara simultan dan parsial terhadap kinerja karyawan pada. Variabel motivasi menjadi variabel yang berpengaruh dominan terhadap kinerja karywan karena berdasarkan perhitungan analisis standardized coefficients beta memiliki nilai terbesar.


METODE PENELITIAN


PT. PLN (Persero) Distribusi Bali yang berlokasi di jalan Letda Tantular No.1 Renon, Denpasar Bali. Responden penelitian ini adalah karyawansebanyak 144 orang. Sumber data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data primer yang berupa hasil wawancara, observasi secara langsung dan kuesioner yang disebarkan kepada responden dan data sekunder berupa diperoleh berdasarkan dokumen-dokumen yang sudah ada dalam perusahaan, seperti sejarah singkat, jumlah karyawan, gambaran umum perusahaan, dan struktur organisasi. Metode penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode proportionate stratified random sampling yang diambil dari masing-masing bidang atau departemen yang ada. Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi linier berganda.

HASIL PEMBAHASAN


Pembahasan dari hasil penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut.
Keberhasilan suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh faktor angota anggotanya dalam melakukan fungsinya masing-masing. Faktor yang sangat berpengaruh terhadap kualitas kerja dari anggota organisasi adalah kinerja karyawan yang dimiliki. Dalam penelitian ini faktor yang berpengaruh dominan terhadap kinerja karyawan adalah motivasi. Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Narmodo dan Wajdi (2004), Brahmasari dan Suprayetno (2008), Nurcahyo (2011) menyatakan bahwa motivasi berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan.
Kedisiplinan kerja yang ditunjukan karyawan juga mempengaruhi kinerjanya (Amran, 2009) . Karena dengan kedisiplinan yang baik dengan cara mengikuti aturan-aturan perusahaan karyawan dapat mengerjakan tugasnya dengan tepat waktu dan tidak mengahambat bidang kerja lain dalam perusahaan. Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan Susilaningsih (2008), Amran (2009), Zesbendri dan Aryanti (2009) menyatakan bahwa disiplin kerja berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan.
Faktor lain yang mempengaruhi kinerja kerja karyawan adalah komunikasi.
Menurut Ardana dkk (2012:138) semakin lancar dan cepat komunikasi yang dilakukan akan semakin cepat pula dapat terbinanya hubungan kerja yang baik. Adanya kerjasama antar-SDM di lingkungan organisasi yang terjalin dengan baik akan mampu meningkatkan kinerja organisasi atau perusahaan kearah yang baik pula. Hasil penelitian ini didukung hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Arifin (2005), Chairunnisah (2009) dan Kiswanto (2010) menyatakan bahwa komunikasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. 


SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil analisis, maka diperoleh simpulan sebagai berikut.
1) Variabel motivasi, disiplin kerja dan komunikasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
2) Variabel motivasi, disiplin kerja dan komunikasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
3) Variabel motivasi merupakan variabel yang mempunyai pengaruh dominan terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Distribusi Bali.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, peneliti dapat menyarankan, yaitu.
1) Kerjasama tim dalam menyelesaikan tugas yang diberikan merupakan hal yang harus diperhatikan pihak manajemen perusahaan guna meningkatkan kinerja karyawannya.
2) Pihak manajemen agar dapat lebih memperhatikan variabel motivasi kerja dalam hal gaji atau bonus yang diberikan kepada karyawan agar nantinya berdampak pada peningkatan kinerja para karyawan.
3) Disiplin kerja juga harus diperhatikan adalah pengawasan terhadap karyawan dalam pengerjaan tugas yang diberikan sesuai dengan aturan dari atasan Pihak perusahaan hendaknya memperketat pengawasannya terhadap mesin sidik jari absensi dan peningkatan pengawasan dari pimpinan mengenai cara kerja masing-masing karyawan.
4) Perusahaan diharapkan dapat lebih memelihara komunikasi yang efektif antara masing-masing karyawan diseluruh lini manajemen agar hubungan baik terjalin saat menyelesaikan tugas tanpa adanya misscomunication.

Penulis Jurnal :I Gusti Agung Ayu Maya Prabasari dan I Gusti Salit Ketut Netra

Senin, 23 Maret 2015

PENGANGGURAN DI INDONESIA TAHUN 2014

Saya akan membahas pengganguran di Indonesia selama tahun 2014
Menurut saya Pemerintah tampaknya gagal mengatasi pengangguran karena jumlahnya yang meningkat di tahun 2014. Sepanjang bulan Februari hingga Agustus 2014, jumlah pengangguran di Indonesia bertambah 0,09 juta orang dari 7,15 juta orang meningkat 7,24 juta orang.
Dan menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai 121,87 juta orang, yang meningkat dari Agustus tahun 2013 sebesar 120,17 juta orang. Tetapi peningkatan ini juga terjadi pada tingkat pengangguran terbuka Februari hingga Agustus 2014 sebesar 5,70% naik 5,94%. 
Meski terjadi peningkatan pengangguran tahun 2014, tetapi pemerintah sepertinya dapat berbangga hati karena dibanding Agustus tahun 2013, tingkat pengangguran berkurang 0,17% dari 7,41 juta orang menjadi 7,24 juta orang. Ini berarti sebanyak 6,17% orang yang menganggur turun menjadi 5,94%.
Berkurangnya pengangguran dibanding tahun 2013 ini dikarenakan jumlah penyerapan tenaga kerja di beberapa sektor selama setahun terakhir naik. Beberapa sektor itu terjadi pada sektor konstruksi yang menyerap tenaga kerja sebanyak 930 ribu orang, kemudian sektor perdagangan sebesar 730 ribu orang dan sektor industri 300 ribu orang.
Dan menurut data BPS, sektor pertanian dan jasa tidak mengalami kenaikan dalam penyerapan tenaga kerja. Penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas yang bekerja pada sektor pertanian mencapai 38,97 juta orang. Jumlah itu turun dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 39,22 juta orang. Dan ketenagakerjaan disektor pertanian perlu diwaspadai karena cuaca yang sangat sulit diprediksi.
tidak adanya penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian dikarenakan sektor ini mengalami produktivitas yang menurun. Hal ini menyebabkan para petani berpindah kerja dari pertanian ke sector lain. Sedangkan di sektor jasa terkait konsumsi dan daya beli masyarakat, bila terjadi kenaikan daya beli masyarakat di sektor jasa maka penyerapan tenaga kerja juga akan naik. 
tingkat pengangguran yang berkurang 190.000 orang yang masih sangat kecil ini, dikarenakan peningkatan penyerapan tenaga kerja lebih banyak di sektor informal dibanding sektor formal, maksud dari sektor formal dan informal adalah
sektor formal itu adalah usaha yang memiliki izin dari pemerintah dan membantu menggerakan perekonomian Indonesia sedangkan sektor informal adalah kebalikannya dari sektor informal contoh dari sektor informal itu adalah (pedagang kaki lima,pedagang asongan,warung makan dan masih banyak lagi)
jumlah penduduk usia 15 tahun yang bekerja dengan status buruh/karyawan Agustus tahun 2014 sebesar 42,38 juta orang. Dibandingkan pada Agustus tahun 2013 yang sebesar 41,12 juta orang, capaiannya meningkat 1,26 juta. 

Okey setelah melihat pengangguran di tahun 2013 dan tahun 2014
Pendapat saya agar di tahun 2015 tingkat pengangguran menjadi berkurang adalah
1.     Pemerintah dan Masyarakat Indonesia banyak menciptakan lapangan kerja untuk orang lain sehingga dapat mengurangi pengganguran di Indonesia
2.     Pendidikan gratis bagi orang orang yang kurang mampu, hal pertama dalam mencari kerja adalah melihat jenjang pendidikan, semakin tinggi pendidikan seseorang semakin tinggi juga jenjang pekerjaan seseorang
3.     Pemerintah memperbanyak tempat tempat pelatihan keterampilan di banyak daerah
Seperti : tempat kursus-kursus dan BLK (Balai Latihan Kerja)

4.     Lalu Pemerintah mendirikan lembaga bantuan kredit untuk memberikan kredit/pinjaman kepada masyarakat yang kurang mampu untuk mendirikan usaha.

Senin, 19 Januari 2015

PENTINGNYA BERWIRAUSAHA DI KALANGAN MAHASISWA

Zaman yang semakin berkembang saat ini, menuntut untuk lebih tanggap dalam beradaptasi dengan masyarakat sosial. Perkembangan ilmu teknologi, sosial bahkan ekonomi sangat menentukan kesejahteraan masyarakat terutama dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Namun banyaknya jumlah pengangguran di Indonesia merupakan hambatan yang besar dalam memajukan perekonomian Indonesia. Selain itu, lapangan kerja yang tersedia masih minim. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Okezone.com, mencatat bahwa jumlah pengangguran sarjana atau lulusan universitas pada Februari 2013 mencapai 360 ribu orang, atau 5,04% dari total pengangguran yang mencapai 7,17 juta orang. Hal tersebut menekankan bahwa sarjana lulusan perguruan tinggi tidak bisa lagi sekedar mengandalkan ijazah untuk mencari pekerjaan, namun dituntut memiliki kompetensi dan keterampilan yang dimiliki, agar dapat mencari lapangan kerja yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Salah satu alternatif mengatasi masalah tersebut adalah dengan menanamkan jiwa wirausaha pada mahasiswa sejak dini.
Modal utama dalam berwirausaha adalah kemauan dan keuletan untuk bersungguh-sungguh menjalankan suatu proses atau usaha. Dalam kegiatan wirausaha, tidak hanya bermodalkan tekad yang kuat tapi lebih dari itu kompetensi, keterampilan serta  pengetahuan dalam mengelola suatu usaha juga sangat penting, sehingga kedua hal tersebut harus seimbang.

Dalam pembangunan ekonomi di Indonesia, kewirausahaan mempunyai peran yang sangat penting.  Dengan berwirausaha mampu menemukan inovasi dan gagasan baru dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Ada beberapa ahli yang berpendapat bahwa kewirausahaan merupakan proses pengembangan dan penerapan kreatifitas serta invovasi dalam menyelesaikan masalah dan mampu melihat peluang untuk menciptakan suatu usaha (Zimmerer, dalam Sudaryana, 2003), kewirausahaan merupakan suatu proses untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Drucker, dalam Sudaryana, 2003), kewirausahaan merupakan suatu nilai yang terwujud dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tujuan, kiat, proses dan hasil bisnis (Ahmad, 1994). Dari beberapa pendapat ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan adalah suatu proses pengembangan dan penerapan kreatifitas untuk menciptakan inovasi-inovasi baru yang terwujud dalam perilaku, baik dilingkungan masyarakat atau lebih khusus di kalangan mahasiswa.


Dikalangan mahasiswa minat untuk bergelut di bidang wirausaha boleh dikata masih sangat minim, sehingga masih berpikir bahwa kuliah hanya untuk menjadi karyawan atau pegawai. Selain itu, ada beberapa faktor yang menyebabkan mahasiswa kurang berminat untuk berwirausaha yaitu tidak ada modal untuk memulai usaha, atau tidak pernah dibekali dengan pengetahuan seputar wirausaha. Padahal sebenarnya gelar sarjana tidak menjamin seseorang untuk mendapatkan pekerjaan. Pola pikir mahasiswa yang demikian perlu dibenahi agar dapat lebih memahami seberapa besar peranan wirausaha dalam kehidupan sehari-hari. Peran pendidikan khususnya pada perguruan tinggi sangat penting untuk menumbuhkan minat mahasiswa dalam berwirausaha sehingga terbatasnya lapangan pekerjaan tidak lagi menjadi masalah besar karena mahasiswa sudah mampu menjalankan usaha sendiri. Untuk lebih meningkatkan kemampuan mahasiswa, pemerintah sudah memberi wadah bagi mahasiswa yang mau belajar. Pada tahun 2009, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sudah memperkenalkan dan mengembangkan berbagai program kewirausahaan yang dikenal dengan Program Mahasiswa Wirausaha yang disingkat PMW, dimana wadah ini menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk dapat membangun motivasi berwirausaha dan mampu melihat peluang yang ada disekitarnya. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan berwirausaha seperti meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam bidang kewirausahaan agar tercipta kader pengusaha muda yang berpotensi, mampu memenuhi kebutuhan sendiri, menciptakan lapangan kerja bagi orang lain sehingga membantu pemerintah dalam mengurangi masalah pengangguran di Indonesia. Hal ini boleh jadi membawa perubahan bagi Indonesia kearah yang lebih baik , karena sejatinya perbaikan nasib negeri itu harus berdasar pada kemauan, keuletan dan kerja keras.

PENTINGNYA BERWIRAUSAHA

Berwirausaha tentunya sangat penting bagi diri sendiri dan orang lain. Untuk orang lain tentunya mereka akan dapat memperoleh pekerjaan dari lapangan kerja yang telah kita buka. Karena sebagai seorang wirausaha kita juga dapat membantu membuka lapangan pekerjaan buat orang lain yang tentunya sangat membutuhkan pekerjaan apalagi di tengah banyaknya pengangguran yang ada di indonesia saat ini. Bisa jadi dengan semakin banyaknya wirausaha yg ada di Indonesia tentunya dapat mengurangi angka pengangguran yang ada di negara kita ini yang tentunya disebabkan oleh banyak faktor, yang salah satunya adalah minimnya lapangan pekerjaan di negara kita ini.
Selain itu, kita juga dapat meningkatkan skill para pekerja kita dengan adanya pelatihan-pelatihan kerja yang akan kita berikan kepada karyawan kita apabila kita dapat membuka lapangan pekerjaan buat orang lain. Tentunya ini menjadi kebanggaan buat diri kita sendiri karena kita dapat berperan serta untuk membuka lapangan pekerjaan dan meingkatkan skill para pekerja di negara kita.
Disamping itu semua, berwirausaha juga bermanfaat buat diri kita sendiri. Menjadi seorang wirausaha harus memiliki sebuah mimpi yang besar untuk memulainya. Mimpi yang besar memotivasi diri kita untuk menggapai sebuah hal. Kebanyakan orang merasa takut bila memikirkan menjadi wirausaha, seperti besar kerugiannya bila rugi, dll. Ketakutan ini biasanya muncul bila kita merencanakan sesuatu hal dengan pertimbangan yang terlalu matang karena pemikiran kita meramalkan hal-hal buruk yang belum tentu terjadi sebagai bahan pertimbangan juga. Hal ini dapat dilawan dengan menjadikan mimpi kita sebesar-besarnya. Selain itu, kita lebih termotivasi berwirausaha bila didukung dengan kemampuan menyenangi bisnis.

Dengan menjadi seorang wirausaha kita dapat menuangkan ide-ide kita ke sesuatu yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan kita. Dan sebagai manfaat bagi diri kita sendiri, kita dapat menentukan patokan sendiri berapa keuntungan yang kita peroleh dalam bisnis kita sendiri.